[Gambas:Twitter]
Ikan yang loncat dari air tempat hidupnya bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti kondisi perairan dan kejaran predator sebagai reaksi insting untuk menghindar dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor lingkungan ini disebut Haryono misalnya terjadi akibat perubahan cuaca atau adanya perubahan faktor lingkungan lainnya. Perubahan cuaca ini disebut Haryono juga menginspirasi predator untuk memburu mangsanya.
Lihat juga:Warga Temukan Hiu di Banjir Bandang |
"Hal yang tidak kalah pentingnya adalah mengamati apakah pada cuaca tersebut muncul predator potensial (ikan ukuran yg jauh lebih besar)," tulisnya.
Sementara itu, I Wayan Nurjaya, dosen departemen Oceanografi IPB menyebut kalau kawasan Lembata yang menjadi lokasi peristiwa itu termasuk jalur migrasi Paus.
"Setahu kami di Laut Sawu adalah kawasan konservasi perairan untuk jalur migrasi paus," tulisnya ketika dikontak via pesan teks. Namun, ia menolak berkomentar terkait fenomena ikan-ikan yang loncat di pantai Lembata.
Lihat juga:Kenali Dua Hiu Air Tawar yang Ada di Papua |
Tujuh alasan itu adalah karena ingin melewati rintangan di hadapannya, menangkap mangsa, menghindar dari ikan pemangsa, terkejut, mencari kondisi air yang lebih baik, sekedar untuk kesenangan, atau memang sengaja lompat untuk menjejakan diri di daratan.
Peristiwa ikan yang loncat di perairan ini memang bukan pertama kali terjadi. Peristiwa ini sempat terjadi di Aceh, pantai India, hingga Thailand. Peristiwa ini juga tercatat terjadi di tempat berbeda hampir setiap tahun. Beberapa media melaporkan peristiwa yang sama pada 2015, 2017, 2018. (eks)