Ilmuwan Sebut Kolaborasi Sains dan Seni Bisa Dorong Inovasi

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 07:39 WIB
Ilmuwan Sebut Kolaborasi Sains dan Seni Bisa Dorong Inovasi Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Jakarta, CNN Indonesia -- Alumni Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI)  menganggap kolaborasi antara sains dan seni itu dibutuhkan untuk mendorong sebuah ide dan inovasi teknologi.

Ahli fisika dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Husin Alatas mengatakan hal itu mengacu pada film-film science fiction (sci-fi) seperti Star Trek, Star Wars, Interstellar, dan film-film seri Avengers. Teknologi di film-film tersebut kemudian menjadi kenyataan, mulai dari alat penerjemah universal dan pistol laser dalam film Start Trek dan Star Wars hingga jam tangan pintar.

"Jadi film-film itu imajinatif, nanti sains yang akan menjelaskannya secara ilmiah. Banyak kemajuan sekarang didorong oleh para seniman yang sekarang jadi kenyataan," ujar Husin saat acara diskusi The Science Behind The Avengers Endgame di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (14/5).


Menurut Husin banyak peneliti yang menentukan topik riset berdasarkan ide dari film-film sci-fi. Film dengan genre sci-fi dianggap telah populer sehingga peneliti bisa menekankan urgensi dari riset mereka.

Ia mengatakan terkadang peneliti kurang imajinatif lantaran terkungkung dengan hukum dan teori yang ada. Oleh karena itu menjadi tugas seniman atau penulis naskah film untuk berimajinasi secara liar demi menghasilkan ide-ide inovatif.

"Sains dan seni ini harus disandingkan. Suatu saat mereka kolaborasi untuk menghasilkan sesuatu yang tidak dibayangkan. Oleh karena itu seniman yang berpikir imajinatif, kemudian oleh peneliti dijadikan sebuah pengetahuan," jelasnya.

Husin juga mengatakan Indonesia seharusnya bisa menganggap sains dan sebi sebagai kesatuan untuk mendorong ide dan inovasi. Ia mencontohkan di negara-negara maju sudah menyadari bahwa sains dan seni bisa berkolaborasi untuk memajukan bangsa.

"Indonesia perlu ada sinergi antara seni dan sains. Kadang sains seperti anti seni dan sains anti seni. Padahal tidak. Negara maju sudah menyadari dua hal itu saling melengkapi. Saya bisa katakan sains itu adalah seninya berpikir," tandasnya.

Husin mengatakan Albert Einstein pernah bilang bahwa imajinasi lebih kuat daripada pengetahuan. Mengutip buah pikiran Einstein, Husin mengatakan jika pengetahuan terbatas. Sementara imajinasi mencakup seluruh dunia untuk merangsang kemajuan dan melahirkan evolusi.

[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)


BACA JUGA