"Kita welcome (terbuka terhadap) kompetisi di sini dengan baik untuk industri dan masyarakat, yang kita harapkan di sini adalah kita semua bersaing untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dan tentunya masyarakat yang diuntungkan," kata Ridzki kepada awak media di Perpustakan Universitas Indonesia, Depok, Kamis (16/5).
"Fokus kita adalah kita tahu ada persaingan tapi fokus kita selalu terhadap pelanggan," lanjut dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepanjang kita bisa memberikan layanan terbaik, kita yakin pelanggan kita akan setia pada kita," tuturnya.
Dilansir KrAsia, Founder FastGo Nguyen Huu Tuat mengatakan bahwa alasan dipilihnya Indonesia ke dalam sasaran ekspansi perusahaannya karena Indonesja dinilai memiliki pasar yang kompetitif.
Dalam melancarkan usaha ekspansinya ini, FastGo dilaporkan membuka sesi pendanaan Seri B dan berhasil mengumpulkan US$50 juta. Valuasinya pun disebut telah menyentuh angka US$150 juta atau sekitar Rp2 triliun.
Layanan transportasi yang telah berdiri sejak 2018 ini tak hanya menyediakan layanan ride hailing mobil dan motor, namun FastGo memiliki jasa pesan antar makanan dan bergerak di bidang financial technology. Khusus di Vietnam, FastGo bahkan menyediakan layanan FastSky menggunakan helikopter.
Sebelumnya seperti diberitakan Vietnam News, FastGo rencana untuk melakukan ekspansi ke Indonesia dan sejumlah negara di Asia Tenggara lainnya seperti Thailand, Filipina dan Kamboja telah disepakati tahun lalu namun pihaknya baru mendapatkan pendanaan Seri B tahun 2019 ini. (din/eks)