Cara Kerja Pemindai Panas Pendeteksi Cacar Monyet

eks, CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 16:36 WIB
Cara Kerja Pemindai Panas Pendeteksi Cacar Monyet Ilustrasi (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru-baru ini menggunakan pemindai panas di pelabuhan dan bandara untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang yang keluar masuk antar negara. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya virus cacar monyet.

Virus infeksi langka ini dikabarkan telah masuk Singapura yang berbatasan langsung dengan Indonesia. Menurut WHO, cacar monyet tidak lebih mematikan daripada cacar biasa. Di wabah yang pernah terjadi, tingkat kematian cacar monyet berkisar 1 sampai 10 persen.

Pemindai panas biasanya digunakan untuk berbagai keperluan, tidak hanya untuk mendeteksi panas tubuh manusia tapi juga dipakai untuk memindai suhu produk atau lingkungan. 



Perusahaan listrik dan energi menggunakannya untuk melihat dimana celah tembok, pintu, atau jendela yang menyebabkan kebocoran panas. Polisi bisa menggunakannya untuk mendeteksi lokasi sasaran mereka bersembunyi di malam hari.

Stasiun pemantau cuaca bisa menggunakannya untuk mendeteksi kondisi panas atmosfer untuk mendeteksi kapan badai akan terjadi. Dunia kesehatan juga biasa menggunakan perangkat ini untuk mendeteksi panas tubuh. Sebab, demam biasanya berkaitan dengan reaksi infeksi tubuh terkait penyakit tertentu.

Cara kerja

Lantas bagaimana cara kerja pemindai panas yang dipasang di bandara dan pelabuhan itu?

Pemindai panas pada dasarnya menggunakan teknologi inframerah untuk mendeteksi panas. Sebab, setiap objek memancarkan energi inframerah. Sinar inframerah ini tidak akan terdeteksi oleh mata, tapi bisa terasa sebagai panas dalam intensitas tinggi. Inframerah inilah yang menyebabkan pemindahan panas bisa terjadi.

Kamera panas bisa mendeteksi radiasi inframerah dan mengubahnya menjadi gambar yang bisa dilihat oleh mata. Kamera mengubah data inframerah itu menjadi gambar elektronik yang menunjukkan suhu pada permukaan objek yang diukur.

Pada kamera inframerah yang lebih detil, mereka bisa memberikan gambaran spektrum warna dari suhu objek yang dideteksi. Spektrum warnai ini bisa terjadi karena kamera itu telah ditanam dengan sistem optik ini memfokuskan data energi inframerah itu ke dalam cip pendeteksi khusus. Cip ini mengandung ribuan piksel detektor yang disusun ke dalam kisi-kisi.

Setiap piksel dalam susunan sensor ini bereaksi terhadap energi inframerah yang difokuskan padanya. Piksel ini lantas menghasilkan sinyal elektronik. Prosesor kamera lantas membaca sinyal elektronik yang dikirim setiap piksel.

Sebuah peta warna lantas dibuat dari sinyal elektronik itu lewat perhitungan matematis. Matriks warna yang dihasilkan dikirim ke memori dan ke tampilan kamera sebagai gambar suhu (gambar termal) dari objek itu, seperti dilaporkan Fluke.

Gradasi warna biru, hijau, ungu akan menggambarkan area yang lebih dingin. Sementara warna kemerahan, oranye, dan kuning menggambarkan suhu yang lebih panas. Beberapa kamera inframerah menggunakan skala warna kelabu (grayscale), seperti ditulis HowToGeek.

Pengukur suhu tubuh pada kamera yang dipasang di bandara seperti yang ditampilkan di media memang tidak sampai menunjukkan spektrum warna, namun sebatas menunjukkan berapa derajat suhu tubuh orang yang dipindai. Jika suhu tubuh melebihi yang ditetapkan, maka akan membunyikan alarm pada mesin yang dipasang.

Suhu tubuh perlu diukur karena salah satu gejala cacar monyet ditandai dengan munculnya demam, selain sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan kelelahan pada hari ke 0-5.

[Gambas:Video CNN] (eks)


ARTIKEL TERKAIT