Toyota Sebut Konsumennya 'Gengsi' Pakai LCGC untuk Mudik

ray, CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 14:29 WIB
Toyota Sebut Konsumennya 'Gengsi' Pakai LCGC untuk Mudik Toyota Agya masuk kategori mobil yang disubsidi pemerintah. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Toyota Indonesia menilai jelang musim mudik lebaran konsumennya cenderung 'menjauhi' produk Low Cost Green Car (LCGC) seperti Agya dan Calya yang jelas mendapat subsidi dari pemerintah. Produk tersebut dihindari dengan alasan 'gengsi'.

Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan untuk saat ini orang lebih memburu Multi Purpose Vehicle (MPV) medium, di mana segmen tersebut diisi Kijang Innova. Selain Innova, Avanza juga masih ramai peminatnya.

"Jadi Kijang Innova, itu saat ini menjadi pilihan. Ya intinya mereka cari kelas MPV tujuh penumpang. Kalau tidak Innova ya Avanza," kata Soerjopranoto di Jakarta, Rabu (15/5).


Pria karib disapa Soerjo ini menilai LCGC diminati sebab jenis kendaraan itu kurang memiliki nilai tambah.

Kata Soerjo mobil saat seseorang mudik ke kampung halaman bukan sekadar sebagai alat transportasi. Melainkan menjadi tolak ukur seseorang sehabis pulang dari perantauan.

"Jadi orang pulang kampung kenapa bawa mobil karena pengen ada unsur look at me. Nih liat gue. Jadi kalau dia bisa pake Kijang Innova bisa lebih naik," ungkapnya.

Naiknya permintaan Innova menurut Soerjo terasa dari pemesanan mobil itu pada Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2019 yang telah berakhir beberapa waktu lalu. Saat itu surat pemesanan kendaraan (SPK) Innova mencapai 683 unit.

"Itu peminat untuk Kijang cukup tinggi persiapan lebaran," ucap Soerjo.

Alasan pemudik pilih MPV

Ada sejumlah alasan mengapa MPV begitu popular di Indonesia, terutama bagi mereka yang memanfaatkan libur lebarannya untuk mudik.

MPV, kata Soerjo merupakan kendaraan fungsional. Tidak hanya tangguh, MPV juga bisa menampung banyak orang karena konfigurasinya tujuh penumpang.

Hal ini yang tidak didapati konsumen jika membeli mobil berkapasitas lima penumpang seperti sedan atau hatchback.

"Orang pakai mobilnya cuma 2-3 orang, tapi kenapa gunakan 7 seater (low MPV). Balik lagi yang namanya home coming, lebaran, orang mudik ke kampung itu balik lagi sebagai tradisi yang membutuhkan kendaraan 7 penumpang," tutup Soerjo. (ryh/mik)