Sebagai akselerator, Grab menuntut agar usaha rintisan yang masuk dalam binaannya telah memiliki prototipe atau produk dalam versi beta. Hal ini berbeda dengan program inkubator yang memang membina perusahaan pemula sedari masih berupa ide. Program ini tak hanya diperuntukkan untuk warga UI, tapi anak muda lain yang memiliki perusahaan rintisan juga bisa ikut serta.
"Kerja sama dengan Universitas Indonesia sejalan dengan komitmem Grab untuk Indonesia yang terangkum dalam master plan Grab Indonesia 2020, dimana kami mendukung penuh penciptaan lapangan pekerjaan, peningkatan kapasitas talenta lokal di bidang teknologi informasi, technopreneurship dan inovasi teknologi," ujar President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata di Perpusatakaan Universitas Indonesia, Depok, Kamis (16/5)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahap berikutnya, Grab akan mendatangkan pelaku usaha yang telah berhasil dalam usaha rintisan dan bisnis wirausaha untuk dilibatkan melatih peserta.
"Grab Ventures Velocity bakal berpartisipasi dalam tahap akselerator sebagai mentor dan juga akan mengevaluasi startup unggulan yang lolos ke tahap demo day untuk mendapatkan kesempatan dibina lebih lanjut dalam program GVV," tandasnya.
Selain program Akselerator 'UI Works', Grab dan Universitas Indonesia juga membuat program Engineering Talent Future Leader. Program ini diperuntukan untuk mahasiswa UI jurusan teknik tingkat akhir dapat mengikuti seleksi dan berkesempatan magang di kantor Grab Indonesia atau Singapura.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)