Vice President of Sales BMW Indonesia Bayu Riyanto mengatakan kekalahan BMW dari tahun ke tahun disebabkan berbagai faktor, salah satunya berasal dari kapasitas produksi yang belum sebesar Mercedes-Benz.
BMW diketahui saat ini memiliki fasilitas produksi unit completely knock down (CKD) yang menumpang di pabrik Gaya Motor, di Sunter, Jakarta Utara. Pabrik tersebut sudah melokalisasi Seri 3, Seri 5, Seri 7, X1, X3, dan X5.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Coupe 'Terganas' BMW Masuk Jakarta |
Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada tahun lalu penjualan ritel BMW berhenti di angka 2.360 unit. Jumlah itu tertinggal dari Mercedes-Benz dengan perolehan 3.859 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bayu mengatakan untuk mengalahkan penjualan Mercedes-Benz bukan perkara mudah. Ia mengatakan membutuhkan berbagai cara, termasuk menambah varian kendaraan hingga strategi pemasaran.
"Memang kami dalam kondisi growing ke atas, growing ke atas itu butuh produk, tipe, dan sales marketing yang segala macam. Makanya kami lagi butuh ke arah sana," kata dia.
Dari sisi produk, Bayu menjelaskan bahwa daftar mobil BMW yang ditawarkan di Indonesia belum selengkap Mercedes-Benz.
"Tapi kalau dilihat tipe per tipe, nanti kamu bisa lihat X1 compare sama GLA, E-Class itu dengan Seri 5. Tapi kami tidak jauh berbeda. Cuma ada beberapa tipe yang kami tidak punya," ucapnya.
Bayu menambahkan untuk mengimbangi penjualan Mercedes-Benz sebetulnya hanya perlu satu cara jitu, yaitu menawarkan produk lebih murah namun tetap berkualitas.
"Jadi menurut saya kalau mau naik (penjualan) sebenarnya gampang, ya tinggal kami butuh kendaraan yang lebih murah lagi. Tapi komitmen BMW menjaga kualitas kan," kata Bayu. (ryh/fea)