Langkah itu dilakukan usai Departemen Perdagangan Amerika Serikat memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam perdagangannya dan mengharus perusahaan-perusahaan Amerika untuk mendapatkan lisensi jika hendak mengirimkan produknya ke Huawei.
Perusahaan asing yang menggunakan sejumlah teknologi Amerika untuk produk yang dijual ke Huawei juga harus tunduk pada pembatasan yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Infineon sendiri memasok produk mikrokontroler ke Huawei. Keputusan penangguhan ini disebut-sebut dapat berakibat serius bagi Huawei karena Infineon merupakan salah satu sumber utama pemasok chip untuk peralatan telekomunikasi milik perusahaan teknologi raksasa asal China itu, seperti dilansir Nikkei Asian Review.
Sebelumnya, dua perusahaan chip AS yaitu Intel dan Qualcomm juga dikabarkan bakal segera memutuskan untuk tidak lagi mengirim produk chip mereka ke Huawei. Intel sendiri memberikan Huawei sebuah chip server dan prosesor untuk jajaran laptopnya, sementara Qualcomm memasok sebuah modem.
Di sisi lain, Pendiri sekaligus Kepala Eksekutif Huawei Technologies Ren Zhengfei mengatakan bahwa perusahaannya akan mengembangkan chip sendiri guna mengurangi dampak larangan pemerintah AS untuk mengirimkan chip ke Huawei.
Lihat juga:Dampak Google Setop Bisnis dengan Huawei |
Anak perusahaan Huawei, HiSilicon Technologies yang merancang chip prosesor inti mengatakan bahwa perusahaannya telah mempersiapkan rencana untuk menghadapi masalah itu.
"Kami benar-benar telah meramalkan hari ini selama bertahun-tahun dan kami memang memiliki rencana cadangan," kata Presiden HiSilicon Technologies, Teresa He Tingbo. (din/eks)