Namun, perusahaan teknologi raksasa asal China itu masih dilarang untuk membeli suku cadang dari Amerika untuk memproduksi produk baru tanpa persetujuan lisensi yang dikeluarkan pemerintah AS.
Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan bahwa langkah terbaru yang dilakukan pihaknya ini untuk memberikan kesempatan kepada sejumlah operator telekomunikasi yang 'masih' bergantung dengan peralatan Huawei agar segera membuat opsi yang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tindakan pemerintah AS saat ini meremehkan kemampuan kami," ujar Zhengfei.
Pekan lalu, pemerintah AS menambahkan Huawei Technologies Co Ltd ke daftar hitam perdagangan. Mereka segera memberlakukan pembatasan yang akan membuat Huawei sulit untuk melakukan bisnis dengan rekan-rekan AS.
Langkah yang dilakukan Google itu sangat berdampak bagi para pengguna ponsel pintar Huawei karena mereka akan kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Google Android. Selain itu, pengguna juga akan kehilangan akses ke layanan populer termasuk Google Play Store, Gmail, dan Youtube.
Tak hanya Google, dua perusahaan chip terbesar di dunia yaitu Intel dan Qualcomm pun dikabarkan bakal segera berhenti memasok produk chip ke Huawei. Intel sendiri memberikan Huawei sebuah chip server dan prosesor untuk jajaran laptop sedangkan Qualcomm memasok sebuah modem. (din/age)