Aktivitas pabrik motor dan mobil di dalam negeri tetap normal meski beredar kabar bahwa akan ada gerakan massa hingga disebut akan memanaskan situasi perpolitikan dalam negeri.
"Kami tetap full produksi kok, tidak ada libur. Kami kan juga butuh pemasukan jelang lebaran," kata Direktur Pemasaran AHM Thomas Wijaya di Jakarta, Senin (20/5) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Massa Penolak People Power Berdemo di KPU |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra semua pegawai Daihatsu termasuk kegiatan produksi mobil di pabrik akan berjalan normal.
"Kami percaya TNI dan Polri akan berusaha maksimal mengamankan Indonesia. Kami mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak ikut dalam keramaian, di tempat kerja masing-masing saja," ucap Amelia.
Sementara itu Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan pabrik Toyota tetap beraktivitas dan tidak meliburkan karyawannya.
"Toyota tetap beroperasi normal saja," imbuh Bob.
Presiden Direktur PT Eurokars Motor Indonesia selaku distributor Mazda, Roy Arman Arfandy mengatakan tidak khawatir dengan aksi gerakan massan people power. Menurutnya aktivitas karyawan dan dealer tetap berjalan normal tanpa ada gangguan dari pihak luar.
Polisi sebelumnya sudah menerbitkan status siaga satu untuk wilayah DKI Jakarta hingga 25 Mei 2019 dalam menghadapi pengumuman hasil penghitungan suara tingkat nasional KPU. Salah satu alasan kepolisian yakni ancaman terorisme.
Siaga satu sesuai dengan Surat Telegram Kapolri Jenderal Tito Karnavian kepada seluruh jajarannya yang bernomor 281/V/OPS.1.1.1/2019 dan ditandatangani oleh Asisten Kapolri bidang Operasi Inspekatur Jenderal Martuani Sormin serta diedarkan pada Senin (20/5). (ryh/mik)