Head of trust, identity, safety, and information security Grab Foo Wui Ngiap mengatakan pihaknya akan merekrut banyak ahli teknologi, termasuk ilmuwan data, analis risiko dan operasi, hingga manajer produk.
"Penipuan menjadi perhatian karena Grab masuk ke platform play yang membutuhkan perlindungan yang lebih baik. Ketika kita memperbesar jejak kaki kita, ini membentuk dasar yang kuat bagi kita untuk menghindari kapal yang bocor," katanya, seperti dikutip dari CNBCIndonesia, Selasa (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiganya didakwa melakukan lebih dari 300 transaksi dan mengantongi lebih dari 5.600 dolar Singapura.
Modus lainnya yakni dengan menggunakan GPS palsu agar pengemudi seakan-akan telah melakukan perjalanan. Di samping itu, Grab juga mencatat adanya pasar gelap yang menjual akun-akun pengemudi. Padahal, aksi tersebut secara tegas telah dilarang oleh Grab.
Modus kecurangan lainnya yakni dengan mengatur sejumlah akun yang seakan-akan melakukan perjalanan dan pembayaran seara tunai. Kecurangan tersebut dilakukan tak lain untuk mendapatkan bonus sesuai dengan target Grab.
Perusahaan asal Singapura ini juga mencatat ada aplikasi Grab palsu yang terdapat di luar toko aplikasi resmi. Ditambah adanya modus adanya restoran palsu untuk layanan pesan antar makanan Grabfood. (evn)