Pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya mengungkap VPN bisa 'menguping' pembicaraan yang lewat.
"Sehingga VPN yang gratis itu risikonya tinggi dan tidak disarankan untuk digunakan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (24/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alfons menambahkan aplikasi VPN yang gratis tidak berarti jelek. Pengguna disarankan untuk mengetahui track record.
"Sebenarnya kalau pakai VPN lebih kurang mirip seperti pakai proxy, selama ini WhatsApp langsung dari Indonesia ke server [pusat] WhatsApp," kata Alfons.
"Jadi pakai VPN cara kerjanya menghubungkan diri ke server di luar Indonesia, dari server itu baru terhubung. Prinsipnya kerjanya sama seperti proxy, server apapun yang lewat proxy bisa dilihat oleh pemilik proxy jadi harus hati-hati memilih VPN."
Sementara itu, dilansir dari Tech Advisor, ketika pengguna mengaktifkan koneksi pada aplikasi VPN maka VPN bakal menggunakan server tercepat yang tersedia. Biasanya pengguna juga dapat memilih lokasi server secara manual, misal pengguna dapat memilih server yang tidak sesuai dengan negara mereka. (eks/age)