Bukan hanya di satu titik, tim peneliti mengatakan pesawat ruang angkasa menemukan lapisan es seluas 2,5 kilometer di permukaan Mars.
"Kami tidak menyangka bisa menemukan lapisan es sebanyak itu di sini [Mars]. Temuan ini kemungkinan menjadi reservoir air terbesar ketiga di Mars setelah lapisan es di kutub," ungkap Stevano Nerozzi, mahasiswa program doktor geology di University of Texas Institute for Geophysics.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Space via NASA |
Jika lapisan es ini bertahan hingga jangka waktu lama, peneliti memperkirakan ini sebagai sisa es yang melapisi kutub Mars ratusan juta tahun lalu. Apabila teori tersebut benar, maka lapisan es ini bisa menjadi bukti kuat perubahan iklim Mars selama ribuan tahun.
"Memahami ada berapa banyak pasokan air secara global versus apa yang ada di kutub sangat penting untuk memahami adanya sumber air di Mars. Anda bisa mengetahui adanya tanda-tanda kehidupan," tandas Nerozzi.
Selain instrumen Mars Reconnaissance Orbiter, wahana antariksa lainnya pada Juli lalu juga telah menemukan adanya danau air asin di Mars. Temuan lapisan es kali ini telah dimuat dalam jurnal Geophysical Research Letters yang dimuat pada Rabu (22/5).
[Gambas:Video CNN] (evn)
Foto: Space via NASA