Tips Otomotif

Istri Jangan Ajak Suami 'Ngobrol' Serius Saat 'Nyetir' Mudik

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 14:42 WIB
Istri Jangan Ajak Suami 'Ngobrol' Serius Saat 'Nyetir' Mudik Ilustrasi istri bikin suami tidak senang saat mengemudi. (Foto: Istockphoto/Katarzyna Bialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap penumpang di dalam mobil saat mudik punya peranan penting, terutama buat orang yang duduk di sebelah pengemudi. Penumpang yang berada di jok baris terdepan mobil itu tugasnya menjadi seperti asisten buat pengemudi.

Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menjelaskan, dalam konteks mudik keluarga, sering kali yang berperan sebagai asisten adalah istri pengemudi.

"Fungsinya memandu, mengingatkan pengemudi untuk lebih selamat atau waspada selama perjalanan," kata Sony di fasilitas Daihatsu Indonesia di Sunter, Jakarta, Minggu (26/5).


Sebagai asisten, Sony mengatakan istri mesti bersikap bijak saat memandu suami dan jangan pernah memosisikan diri 'murni' sebagai istri.

Menurut Sony, semua hal yang ingin disampaikan dari persepektif co-driver harus secara lugas, namun tidak membuat panik pengemudi dan juga seisi kabin lainnya.

"Jadi co-driver ini biasanya istri, jangan dia memposisikan diri sebagai emak-emak yang cerewet atau mengalihkan segala macam, tetapi lebih lembut. Artinya dia tahu kondisi suaminya," ucap Sony.

Sony memahami duduk sebagai penumpang depan terkadang membuat seseorang menjadi lebih panik. Sebagai seorang asisten, terlebih untuk perjalanan jauh, istri harus tetap tenang dan tak boleh memperlihatkan itu.

"Itu risikonya. Dan dia (asisten) harus melakukan fungsinya, tidak bikin panik, tapi mengingatkan. 'Mas nanti ada ini, hati-hati. 'Kecepatan sudah terlalu tinggi, kurangin'. 'Di depan ada mobil besar, jangan dekatin', nah fungsinya dia begitu," kata Sony.

Hal lain yang tak boleh dilakukan asisten pengemudi, apalagi seorang istri, yaitu mengajak suami yang mengemudi masuk dalam pembicaraan serius. Sony menilai hal itu dapat membuat suasana mudik menjadi panas.

Hal lain yang mesti dipahami buat asisten pengemudi, yakni jangan tidur selama perjalanan. Asisten dikatakan sama pentingnya dengan pengemudi selalu waspada di perjalanan.

"Boleh saja ngobrol, asal pembahasannya yang ringan-ringan. Namanya emak-emak. Soalnya kalau suami-istri pasti berpotensi (obrolannya) ke arah yang lebih tajam," kata Sony.

Sony menambahkan sebelum memulai perjalanan ada baiknya antara sopir dan asistennya membuat list mengenai hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Ini perlu untuk mencegah keributan antar keduanya.

"Ini perlu, misalnya dalam perjalanan tidak boleh nyalip dari kiri, tidak boleh nyalip lewat bahu jalan. Harus komitmen. Ingat fungsi asisten itu mengingatkan dan memandu," kata Sony. (ryh/fea)