Minimnya potensi gempa bumi dan tsunami di Kalimanten menurut Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi Eko Yulianto karena Kalimantan memang jauh dari batas lempeng yang merupakan penyebab gempa bumi. Kalimantan pun tidak memiliki sesar (patahan) aktif yang besar.
Akan tetapi berdasarkan jejak sejarah gempa, Eko mengatakan Kalimantan tidak sepenuhnya aman dari ancaman bencana seismik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bulan Maret lalu, pemerintah mewacanakan pemindahan ibu kota karena beberapa alasan. Di antaranya adalah jumlah penduduk padat, pencemaran lingkungan, kemacetan, hingga banjir.
"Kalau itu tidak dikelola dengan baik maka kemudian masalah baru bencana akan muncul. Bukan gempa bumi dan tsunami tapi adalah kebakaran lahan dan banjir. Terjadi musim hujan akan banjir dan musim kemarau akan ada terjadi kebakaran," kata Eko.
Oleh karena itu, Eko menjelaskan pemindahan ibu kota harus disertai dengan penanganan dan manajemen yang baik. Dengan adanya penanganan dana manajemen baik, Eko mengatakan kekayaan air Kalimantan akan memberikan dampak positif, bukan malah memberikan dampak negatif.
"Apalagi kalau kita memperhatikan bahwa ke depan tren permukaan air laut akan naik hingga kemudian jangan dengan perubahan ini akan menyebabkan frekuensi banjir dan kebakaran hutan lebih sering," ujar Eko. (jnp/eks)