Modifikasi demikian ada banyak gayanya. Di antaranya, melipat jok belakang lalu meletakkan alas empuk di atasnya atau yang lebih niat lagi mencopot jok belakang lalu menggantinya dengan kasur.
Fenomena seperti itu sebenarnya sudah terjadi lama. Bahkan saat ini kasur mobil sudah dijual di sejumlah toko online seharga ratusan ribu rupiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamat keselamatan dari Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Palubuhu menilai menggunakan kasur saat mudik tidak mendukung keselamatan di jalan raya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Jusri, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi harus mengerti bahwa mobil tidak sama dengan moda transportasi lain seperti kereta yang dapat menggunakan kasur bagi penumpang.
Khusus deselerasi, Jusri menjelaskan kategorinya bermacam-macam misalnya pengereman mendadak, terjadi tabrakan, atau kecelakaan sehingga mobil terguling.
Dia mengatakan setiap objek di kabin yang tidak terikat pasti akan terlempar.
"Kalau menggunakan kasur tentu tidak akan menggunakan sabuk. Bisa dibayangkan efek dari penumpang yang tidak menggunakan sabuk saat deselerasi itu, bisa keluar dari jendela, terkocok-kocok di dalam kabin. Makanya pakai sabuk pengaman, duduk, bukan tidur menggunakan kasur," kata Jusri.
Jusri menambahkan jangan hanya mengincar kenyamanan yang malah mengorbankan sisi keselamatan. Menurut dia kasur boleh saja digunakan asalkan mobil dalam keadaan berhenti. (ryh/fea)