"Yang perlu dicatat satu bulan setelah launch di negara asalnya," kata COO Maxindo Renault Indonesia Davy J Tuilan saat ditemui di Jakarta, Rabu (29/5).
Davy tidak bisa mengungkap secara mendetil low multi purpose vehicle (MPV) Renault tersebut. Hanya saja, ia memastikan bahwa tidak ada fitur maupun spesifikasi yang 'disunat' begitu mulai dijual di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"7 seater Renault (Triber) akan mendemokratisasi kenyamanan dan keselamatan. Bisa dilihat teaser-nya yang dijual space sama konfigurasi tempat duduk," ucap Davy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuma belum bisa kisarannya saya sebutin," kata dia.
Renault Triber diketahui dibangun menggunakan basis CMF-A architecture, atau casis yang digunakan city car Kwid. Tidak hanya sasis, mobil ini juga dibekali mesin yang sama dengan Kwid, yaitu tiga silinder 1.000 cc. Kendati begitu tenaga mesinnya telah mengalami seting ulang untuk menyesuaikan kebutuhan.
Sementara itu dua pilihan transmisi tersedia yakni lima percepatan manual dan lima percepatan otomatis. Pilihan mesin turbo akan tiba beberapa bulan pasca peluncuran. Triber dikabarkan bakal dijejali sistem hiburan layar sentuh yang dapat terkoneksi dengan telepon genggam. (ryh/mik)