Pada masa awal berdiri, RIM fokus pada pengembangan teknologi nirkabel. Pengembangan ini lantas berlanjut pada pengembangan perangkat mesin kasir nirkabel, pager, hingga akhirnya membuat ponsel sendiri pada 2000.
Sejak membuat ponsel Blackberry inilah RIM mulai meroket hingga mencapai puncak popularitasnya pada 2010. Padahal awalnya ponsel tersebut ditujukan untuk penggunaan internal kantoran. Tapi di tahun 2000 akhir ponsel itu malah populer untuk penggunaan perorangan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1984 - Research In Motion (RIM) berdiri di Kanada
1991 - memperkenalkan protokol Mobitex
Lihat juga:Kilas Balik Masa Kejayaan BBM |
1993 - memproduksi modem nirkabel untuk Ericsson dan Intel.
1994 - RIM membuat mesin kasir nirkabel pertama mereka
1995 - mengembangkan software dan hardware sistem pager dua arah.
1999 - Pager Blackberry 850 diluncurkan. Kibor kecil dan menonjol menjadi inspirasi penamaan Blackberry.
2000 - ponsel Blackberry pertama meluncur, Blackberry 957. Ponsel ini ditujukan bagi pengguna di perusahaan.
2001 - Blackberry memulai ekspansi global dan ponselnya populer digunakan berbagai perusahaan di dunia.
2010 - popularitas BB menanjak seiring dengan booming iPhone dan Android.
2011 - BB melakukan PHK terhadap 2.000 pekerja. Untuk menandingi Android dan iOS, BB mengumumkan OS anyar, BBX.
2012 - Kerugian pertama RIM dan PHK 5.000 pekerja.
2013-2015 - BB terus melakukan pengurangan pegawai di tengah kesulitan bersaing dengan Android dan iOS. BB memutuskan untuk fokus pada bisnis software untuk perusahaan. (eks/eks)