Lantas, saat ini Blackberry sendiri telah fokus menjadi perusahaan software perusahaan dan Internet of Things (IoT). IoT adalah istilah yang digunakan untuk menyebut berbagai perangkat pintar yang terhubung dengan internet.
Perubahan inti bisnis Blackberry ini dilakukan sejak John Chen menduduki pucuk pimpinan perusahaan pada 2013.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kilas Balik Masa Kejayaan BBM |
Pada September 2014 perusahaan ini mengakuisisi Secusmart. Perusahaan berbasis di Jerman ini diakuisisi untuk membuat Blackberry sebagai penyedia ponsel paling aman di pasar. Ponsel Blackberry 10 yang bisa mengenkripsi pesan suara dan data ini lantas digunakan oleh pemerintahan Jerman, termasuk Kanselir Angela Merkel dan sejumlah Kementerian dan anggota parlemen.
Pada 2015, Blackberry mengakuisisi Good Technology. Teknologi perusahaan ini digunakan untuk melengkapi solusi perangkat mobile perusahaan, Blackberry Enterprise Mobility Suite.
Akuisisi masih berlanjut pada November 2018. Kala itu perusahaan Kanada ini membeli Cylance sebesar US$14 miliar (sekitar Rp20 triliun) secara tunai.
Teknologi perusahaan ini digunakan untuk mengembangkan kemampuan kecerdasan buatan pada produk software, aplikasi IoT, dan layanan Blackberry lainnya. Pembelian Cylane akan menjadi akuisisi terbesar BlackBerry sepanjang sejarah finansial perusahaan asal Kanada itu. (eks)