Sementara itu jarak tempuh seseorang yang biasanya menghabiskan waktu di jalan dengan jarak tempuh 29 km per hari, diprediksi meningkat hingga 98 persen.
Jam sibuk biasanya berlangsung antara pukul 18.00 WIB dan 20.00 WIB di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Surabaya, Medan, Bandung, dan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama Ramadan tahun lalu yang menjadi tiga destinasi utama adalah toko serba ada yang menarik 4.1 juta navigasi, restoran dan outlet makanan siap saji dengan 1.5 juta navigasi, dan warung kopi dengan 391 ribu navigasi.
Toko serba ada menjadi tujuan terbanyak, menurut Marlin karena orang biasanya membeli makanan ringan atau minuman untuk berbuka puasa saat mereka berada di jalan. Restoran siap saji dan warung kopi juga menjadi destinasi populer karena mudah ditemui.
"Seperti tahun-tahun sebelumnya, navigasi pada aplikasi Waze umumnya meningkat selama Idul Fitri, di mana orang-orang mengambil manfaat pergi mudik atau berkendara ke tujuan wisata," ucapnya.
Catatan Waze, pada 2018, terjadi 87 persen navigasi di Medan, 62 persen di Semarang, 42 persen di Surabaya, 34 persen di Bandung, dan 20 persen di Jakarta.
Angka tertinggi muncul di Medan diakibatkan oleh kurangnya infrastruktur transportasi umum di kota tersebut. Sebaliknya, kilometer berkendara tertinggi pengguna Waze terjadi di Semarang 148 persen, Surabaya 95 persen, Bandung 53 persen, Medan 48 persen, dan Jakarta 25 persen, (ryh/mik)