Maka dari itu, Observatorium Bosscha memutuskan untuk tidak melakukan pengamatan hilal menjelang Bulan Syawal 1440 H.
"Pada hari Senin 3 Juni 2019, konjungsi Matahari-Bulan terjadi pukul 17:01:56 WIB dan Matahari terbenam pukul 17:40:01 WIB. Bulan sabit muda yang terbentuk setelah Matahari terbenam (hilal) memiliki perbedaan ketinggian dari Matahari sebesar 0∘6′13.9", elongasi sebesar 2∘48′24.7" dan usia Bulan sebesar 38 menit 4 detik," tulis Observatorium Bosscha, Premana W. Premadi dikutip dari laman resmi Bosscha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:VIDEO: Begini Nih Cara Belajar Melihat Hilal |
Sulitnya hilal saat diamati pada 3 Juni juga dikonfirmasi oleh Profesor Riset Astronomi-Astrofisika LAPAN, Thomas Djamaluddin. Thomas memastikan bahwa Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 5 Juni mendatang.
"Beberapa pengamat tidak melakukan pengamatan hilal, namun para pengamat dari NU tetap melakukan pengamatan untuk membuktikan hilal tidak terlihat."
Kemenag setiap tahunnya menggelar sidang isbat untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri. Biasanya sidang isbat dihadiri duta besar-duta besar negara sahabat dan sejumlah pejabat pemerintahan, termasuk para pakar falak dari ormas-ormas Islam.
Rangkaian sidang isbat biasanya juga diawali dengan pemaparan secara terbuka mengenai posisi hilal atau bulan baru berdasarkan data hisab oleh pakar astronomi.
Sidang isbat sendiri akan digelar secara tertutup yang dipimpin Menteri Agama. Dalam sidang tertutup Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah akan melaporkan hasil pemantauan hilal yang dilakukan di 34 titik di Indonesia. (age)