Renault Tunda Putusan Merger dengan Fiat Chrysler

fea, CNN Indonesia | Rabu, 05/06/2019 16:28 WIB
Renault Tunda Putusan Merger dengan Fiat Chrysler Logo Renault. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direksi Renault memutuskan menunda keputusan atas upaya merger yang sudah disuguhkan Fiat Chrysler Automobiles. Renault merasa perlu memperpanjang waktu diskusi internal setelah rekannya, Nissan, menunjukkan perlawanan pada upaya itu.

Rapat direksi Renault telah dilakukan pada Selasa (4/6). Hasil pertemuan itu menyatakan, 'Dewan direksi memutuskan melanjutkan pembelajaran dengan ketertarikan pada peluang semacam kombinasi dan memperpanjang diskusi pada objek ini".

Pertemuan direksi selanjutnya akan dilakukan pada Rabu (5/6).


Automotive News menjelaskan direksi Renault masih mempelajari banyak hal, termasuk kemungkinan pembayaran kepada para investor Renault yang berpotensi mengurangi US$2,8 miliar dividen khusus buat pemilik Fiat Chrysler.

Pemerintah Prancis, pemilik 15 persen saham Renault, sudah memberikan 'lampu hijau' atas merger dengan Fiat Chrysler. Meski begitu Prancis mengajukan beberapa syarat, salah satunya tidak ada pabrik Renault di dalam negeri yang ditutup.

Renault, dengan aliansi bersama Nissan dan Mitsubishi, bila melebur bersama Fiat Chrysler maka kemungkinan menjadi grup otomotif terbesar di dunia yang sanggup menjual 15 juta kendaraan. Volkswagen dan Toyota masing-masing jualan sekitar 10 juta unit.

Nissan

Nissan memutuskan menahan dukungan atas upaya merger. Nissan tidak bisa sepenuhnya menghentikan merger, namun dua perwakilannya di direksi Renault ikut dalam pemungutan suara.

Walau begitu, sumber yang mengerti tentang hal itu menjelaskan perwakilan Nissan bakal abstain.

Nissan juga tidak sependapat dengan keinginan Prancis yang meminta kombinasi Renault dengan Fiat Chrysler juga berkolaborasi dengan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi.

CEO Nissan Hiroto Saikawa memperkeruh situasi dengan mengatakan pihaknya perlu mempelajari masa depan aliansi setelah Fiat Chrysler mengajukan proposal merger '50:50' pada pekan lalu. (fea)