Pengumuman ini dilakukan oleh Youtube sebagai bagian dari gerakan sensor konten yang mereka lakukan. Beberapa waktu lalu, Youtube terus berusaha memfilter konten yang berisi kebencian dan kekerasan, setelah berbagai seruan agar Youtube memberikan regulasi konten yang lebih ketat.
"Youtube selalu memiliki aturan, termasuk kebijakan kangka panjang terhadap ujaran kebencian," jelas perusahaan itu dalam pernyataannya, seperti dikuti AFP.
Langkah ini diambil Google setelah sejumlah pemimpin dunia membuat seruan di Paris bulan lalu. Seruan terkait mengingkatnya ekstimisme online itu berhubungan dengan pembantaian yang dilakukan di masjid di Selandia Baru.
"Kami akan mulai mendorong pembaruan aturan ini; namun akan membutuhkan waktu hingga aturan ini berefek pada platform kami dan kami akan terus meluaskan cakupan dalam beberapa bulan ke depan," jelas Youtube.
YouTube dan platform lain dinilai sebagai sarang bagi para ahli teori konspirasi yang menyangkal Holocaust atau serangan 11 September. Platform internet ini juga menjadi lokasi favorit para pendukung Nazi dan kelompok supremasi kulit putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perusahaan teknologi harus secara proaktif mengatasi masalah konten kebencian yang mudah ditemukan di platform mereka sebelum mengarah pada kekerasan yang lebih terinspirasi oleh kebencian." (afp/eks)