"NASA membuka Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) secara komersil untuk pertama kalinya dan memasarkan kesempatan ini, hal yang belum pernah kami lakukan sebelumnya," jelas Chief Financial Officer NASA Jeff DeWit pada konferensi pers di New York, seperti dikutip AFP, Jumat (7/7).
Biaya bermalam di ISS akan dikenai sekitar US$35.000 per malam (Rp497,2 juta; kurs US$1 =Rp14,207.50). Dengan demikian, biaya bermalam di ISS selama sebulan mesti menelan biaya sekitar US$1,05 juta (Rp14,9 miliar).
Lihat juga:Calon Turis ke Bulan 'Bangkrut' |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu NASA juga memperingatkan bahwa fasilitas yang akan diterima para wisatawan tidak akan semenawan Hilton atau Marriot.
Saat ini, Boeing dan SpaceX tengah mengembangkan sistem peluncuran roket dan kapsul untuk tujuan komersil ini. SpaceX mengembangkan Crew Dragon. Sementara Boeing mengembangkan Starliner.
NASA mengizinkan dua perjalanan pribadi ke stasiun per tahun. Tiap perjalanan akan berlangsung selama 30 hari. Misi astronot awam pertama akan dilakukan pada 2020.
Rekan kerja NASA dari Rusia Roscosmos juga telah mengizinkan sejumlah orang awam di stasiun itu.
Para pejabat NASA juga mengatakan bahwa mereka membuka pintu kerjasama bagi perusahaan swasta memberi lembaga. Hal ini dilakukan untuk memenuhi ambisi pemerintahan Trump untuk kembali ke bulan pada tahun 2024. Sebagian dana itu diharapkan bisa didapat dengan layanan komersial baru dan para astronot berbayar. (eks)