Mengutip Reuters, Senin (10/6), Toyota bakal memanfaatkan kerja sama dengan beberapa perusahaan asal China untuk mempercepat proyek ambisius mereka.
Wakil Presiden Eksekutif Toyota Motor Corps (TMC) Shigeki Terashi mengatakan pihaknya saat ini mendapati derasnya permintaan mobil bertenaga listrik, bukan bensin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mobil Listrik Tesla Model S Terbakar Lagi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terashi juga menyebut bahwa Toyota telah membuat mobil kecil dua kursi listrik untuk perjalanan jarak pendek dengan kecepatan maksimum 60 km per jam dan jangkauan 100 km. Semua itu bisa ditempuh dengan sekali pengisian daya baterai.
Sebelumnya Toyota juga diketahui telah meneken kesepakatan dalam industri otomotif yang lebih bersih bersama Subaru untuk mengembangkan Sport Utility Vehicle (SUV) listrik. Kolaborasi itu dibentuk agar biaya pengembangan dan produksi semakin ringan.
"Kami belum mengubah kebijakan kami terhadap EV baterai. Kami tidak mengalihkan fokus kami untuk memprioritaskan EV baterai, kami juga tidak meninggalkan strategi FCV (fuel cell vehicle- kendaraan hidrogen) kami," ucapnya.
Diketahui perusahaan ini juga sangat 'ngotot' masuk ke pasar mobil hibrida. Mereka masih menilai bahwa mobil dua mesin tersebut sangat cocok sebagai alternatif transisi di mana saat ini belum banyak infrastruktur pengisian daya baterai kendaraan listrik, terutama pada negara-negara berkembang. (ryh/mik)