"Itu [Jupiter sulit diamati] karena cuaca, selain polusi dan faktor cahaya ini cuaca nya kurang cerah agak berawan," kata Widya kepada awak media di Planetarium Jakarta, Senin (10/6) malam.
"Kebetulan ada Jupiter ya Jupiter. Rencananya malam ini Jupiter tapi masih terlalu rendah," lanjut dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, NASA telah mengungkap bahwa Jupiter merupakan planet terbesar di sistem tata surya ini.
Jupiter akan mencapai posisi terdekatnya dengan Bumi tahun ini. Konfigurasi ini dikenal sebagai oposisi, karena matahari berhadapan langsung dengan planet di langit.
Meski demikian, di bulan ini tak cuma Jupiter saja yang bakal terlihat tapi juga ada fenomena lainnya. NASA menetapkan sepanjang bulan sebagai bulan yang penuh fenomena astronomi.
Dari 14 sampai 19 Juni, kita bisa melihat 'susunan indah' bulan, Jupiter, dan Saturnus yang berubah setiap malam saat bulan mengorbit bumi. (din/mik)