Huawei Undang Pengembang ke Toko Aplikasi Miliknya

CNN Indonesia | Rabu, 12/06/2019 08:50 WIB
Huawei Undang Pengembang ke Toko Aplikasi Miliknya Ilustrasi (REUTERS/Paul Hanna)
Jakarta, CNN Indonesia -- Huawei dikabarkan tengah meminta para pengembang aplikasi untuk mendaftarkan aplikasi mereka ke toko aplikasi miliknya. Hal ini dilaporkan para pengembang di situs XDA Developer.

Awalnya, laporan ini dimulai dari seorang pengembang yang tak ingin disebutkan namanya. Ia menunjukkan email dari Huawei yang mengundang dirinya untuk mendaftarkan aplikasi miliknya di AppGalery. Toko aplikasi Huawei ini disebut memiliki 270 juta pengguna aktif bulanan di lebih dari 350 juta ponsel. Disebutkan juga setengah dari jumlah ini ada di luar China.

Pengembang juga dijanjikan mendapat dukungan penuh untuk mempublikasikan aplikasi mereka di toko aplikasi miliknya. Namun, Huawei tak menjelaskan lebih lanjut, jenis dukungan apa yang akan diberikan.


"Untuk menjamin kelancaran digunakannya aplikasi Anda oleh pelanggan kami, Huawei berkomitmen untuk menyediakan Anda dengan dukungan penuh untuk mempublikasikan aplikasi Anda di App Galery," tulis undangan email itu, seperti dikutip CNet.

Dilaporkan juga kalau perusahaan China itu telah melakukan pendekatan kepada para pengembang sejak tahun lalu. Mereka diminta untuk mengembangkan software untuk toko aplikasi yang dibuat Huawei untuk pasar di luar China.

Huawei bahkan disebut telah berbicara dengan perusahaan telekomunikasi Eropa untuk menyebarluaskan toko aplikasi anyarnya ini.

Pada awalnya, perusahaan ini di laporkan sedang melakukan pembicaraan dengan Aptoid untuk memasukannya kedalam ponsel Huawei sebagai Play Store alternatif.

Meski demikian, untuk memastikan bahwa perangkat tersebut memiliki akses aplikasi ekosistem yang berjalan baik, perusahaan ini meminta beberapa pengembang Play store populer untuk meluncurkan aplikasi di app store AppGallery miliknya, seperti dilaporkan GizmoChina.

Langkah Huawei ini diduga terkait dengan keputusan perusahaan itu untuk mengembangkan sistem operasi mereka sendiri jika mereka memang tidak bisa lagi menggunakan Android. Keputusan ini merupakan buntut dari perkara perang dagang China-AS. Sebab, Huawei masuk dalam daftar perusahaan yang dicekal AS.

Sehingga, AS melarang semua perusahaan di negara itu bekerjasama dengan Huawei. Akibatnya, Google pun terpaksa menghentikan lisensi Android yang digunakan Huawei diperangkatnya. Beberapa perusahaan pemasok perangkat keras bagi Huawei juga menghentikan pengiriman mereka. (eks)