Awalnya, laporan ini dimulai dari seorang pengembang yang tak ingin disebutkan namanya. Ia menunjukkan email dari Huawei yang mengundang dirinya untuk mendaftarkan aplikasi miliknya di AppGalery. Toko aplikasi Huawei ini disebut memiliki 270 juta pengguna aktif bulanan di lebih dari 350 juta ponsel. Disebutkan juga setengah dari jumlah ini ada di luar China.
Pengembang juga dijanjikan mendapat dukungan penuh untuk mempublikasikan aplikasi mereka di toko aplikasi miliknya. Namun, Huawei tak menjelaskan lebih lanjut, jenis dukungan apa yang akan diberikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilaporkan juga kalau perusahaan China itu telah melakukan pendekatan kepada para pengembang sejak tahun lalu. Mereka diminta untuk mengembangkan software untuk toko aplikasi yang dibuat Huawei untuk pasar di luar China.
Pada awalnya, perusahaan ini di laporkan sedang melakukan pembicaraan dengan Aptoid untuk memasukannya kedalam ponsel Huawei sebagai Play Store alternatif.
Langkah Huawei ini diduga terkait dengan keputusan perusahaan itu untuk mengembangkan sistem operasi mereka sendiri jika mereka memang tidak bisa lagi menggunakan Android. Keputusan ini merupakan buntut dari perkara perang dagang China-AS. Sebab, Huawei masuk dalam daftar perusahaan yang dicekal AS.
Sehingga, AS melarang semua perusahaan di negara itu bekerjasama dengan Huawei. Akibatnya, Google pun terpaksa menghentikan lisensi Android yang digunakan Huawei diperangkatnya. Beberapa perusahaan pemasok perangkat keras bagi Huawei juga menghentikan pengiriman mereka. (eks)