Sivan mengatakan stasiun antariksa India nantinya tidak sebesar stasiun antariksa internasional (ISS).
ISRO menyebut stasiun ruang angkasanya itu dibuat untuk bisa dipakai selama bertahun-tahun dan dilengkapi dengan fasilitas eksperimen dan bertahan hidup untuk astronaut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana membangun stasiun ruang angkasa sejalan dengan misi luar angkasa perdana India, Gaganyaan yang rencananya akan diluncurkan pada 2022. Rencananya dua hingga tiga astronaut akan menjalani misi selama maksimal tujuh hari menjelajah ruang angkasa.
Jelang misi 2022 mendatang, India berencana meluncurkan misi berikutnya pada 15 Juli dan ditargetkan mendarat di permukaan bulan pada 6 September mendatang. ISRO juga menargetkan misi untuk mempelajari matahari pada 2020 dan peluncuran ke Venus pada 2023.
India terhitung sukses menjadi pencetus penjalanan misi antariksa dengan biaya 'murah' dalam beberapa tahun terakhir. Saat mengirim misi ke Mars pada 2014 lalu, ISRO hanya menghabiskan US$74 juta atau jauh lebih kecil dibandingkan NASA yang merogoh kocek US$671 juta.
[Gambas:Video CNN] (afp/evn)