Sebab, menurut pengamatan polisi, saat ini peredaran hoaks di sosial media perlahan menurun, tapi mereka beralih ke WhatsApp yang lebih tertutup.
"Beralih kepada WA grup bahkan penyebarannya dapat lebih cepat WA grup karena kan WA grup selama ini tidak terdeteksi lah ya," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (14/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau patroli itu kan patroli di dunia maya artinya kita lihat di dunia maya. tapi kalau ke WhatsApp-nya tidak sampai masuk grup lah kita enggak punya wewenang. Kita tunggu aduan masyarakat kita gali informasi dari orang yang mengadukan," jelasnya lagi ketika dihubungi terpisah.
Sebelumnya, Rickynaldo sempat menyebut pihak kepolisian telah menangkap pelaku penyebar berita bohong (hoaks) yang menyebarkan rekayasa percakapan antara dua orang pejabat terkait kasus tersangka dugaan makar Kivlan Zen.
Konten tersebut berupa tangkapan layar (screen capture) hasil rekayasa percakapan yang disebarkan ke sepuluh grup WhatsApp. Pelaku ditangkap di rumahnya di kawasan Bojong Baru, Depok, Jawa Barat pada Jumat (14/6) dini hari. (ani/eks)