Tips Otomotif

Jangan Biarkan Montir Semprot Angin Kompresor Saat Ganti Oli

ray, CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 16:06 WIB
Jangan Biarkan Montir Semprot Angin Kompresor Saat Ganti Oli Ilustrasi. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ganti pelumas kendaraan dengan yang baru menjadi 'obat' mujarab usai menjalani aktivitas mudik lebaran. Langkah ini guna menjaga mesin mobil agar tetap prima.

Saat mengganti oli, pemilik mobil harus memastikan pelumas lama tak tersisa di ruang mesin. Dalam hal ini biasanya bengkel penyedia jasa penggantian oli bakal menggunakan angin kompresor.

Cara itu memang ampuh mengeluarkan sisa oli dari ruang mesin, namun ada dampak negatif jika cara tersebut sering dilakukan.


Wajib untuk diketahui, menguras oli dengan kompresor memiliki efek samping. Udara atau angin bertekanan tinggi yang disemprotkan ke dalam ruang mesin mungkin mengandung uap yang bisa berubah menjadi tetesan air dalam suhu tertentu. Uap itu berasal dari tabung kompresor.

Jika uap menjadi air, walaupun cuma sedikit tetap berbahaya karena air dan oli tidak akan menyatu. Efeknya cukup banyak, mulai dari menyebabkan slip kopling sampai berisiko menyebabkan mesin menjadi jebol.

Tidak hanya uap, tekanan angin pada kompresor juga berisiko melepas kotoran yang sudah tersaring pada di filter oli.

Rata-rata jenis kotoran di mesin berbentuk partikel yang ukurannya kecil. Jika terkena semprotan, kotoran itu justru bisa kembali lepas dan akhirnya menempel ke sela-sela komponen mesin.

Langkah mengganti pelumas mesin harus rutin dilakukan. Sebab ada risiko yang akan ditanggung pemilik mobil jika lupa atau malas ganti oli. Berikut risiko telat atau lupa ganti oli.

Overheating

Overheating adalah suhu mesin mobil naik dan menjadi sangat panas. Saat pelumas mobil tidak diganti, maka fungsi utama oli sebagai pendingin mesin mobil tidak bekerja maksimal sehingga terjadi overheat.

Kinerja mesin menurun

Oli yang tidak diganti tepat waktu berisiko memberi efek pada kinerja mesin. Oli berfungsi membantu memaksimalkan kinerja mesin. Oli yang tidak diganti warnanya akan semakin hitam dan kental, sehingga fungsinya melumasi komponen mesin akan menurun dan berefek pada kinerja mesin.

Suara mesin juga bakal terdengar semakin kasar, serta mesin akan menjadi sulit untuk dinyalakan.

Bensin boros

Gesekan antara komponen-komponen mesin akan kurang maksimal jika pelumas tidak diganti. Padahal gesekan mesin mobil yang halus bisa membuat performa mobil semakin meningkat dan nyaman untuk dikendarai.

Oli mobil yang tidak diganti akan menyebabkan tarikan mesin yang juga terasa semakin berat. Dengan begitu mesin bakal memerlukan sumber tenaga tambahan lain yakni bensin yang berpengaruh pada konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Merusak komponen mesin

Saat pelumas lama tidak diganti, otomatis oli mobil menjadi kental dan kotor. Oli yang kental dan kotor mengakibatkan kerusakan komponen bagian dalam mesin. Bagian mesin yang terkena biasanya piston, silinder, dan beberapa komponen lainnya.

Oli yang dibiarkan terlalu lama dalam mesin dapat menyebabkan mesin bekerja secara berlebihan, dan berpotensi menimbulkan karat, goresan, dan yang paling parah terbakar.

(ryh/mik)