Namun, dilansir dari Reuters, langkah Boeing itu terancam mendapat ganjalan. Terutama jika regulator dan anggota parlemen AS menganggap perusahaan itu memerlukan pengetesan lebih ketat. Terutama terkait dengan kecelakaan pesawat Boeing yaitu Lion Air JT-601 dan Ethiopian Airlanes.
Simulasi komputer ini, rencananya alam diterapkan pada pengujian maskapai 777X selama setahun. Metode ini disebut para insinyur Boeing bakal memotong jam pengujian pesawat di udara yang lama dan mahal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikabarkan kelompok Uji dan Evaluasi Boeing tengah mengembangkan teknologi untuk menggantikan uji keamanan fisik pesawat secara intensif. Teknologi itu akan disematkan ada pesawat jet Boeing yakni NMA.
Seperti MAX, 777X dan NMA merupakan maskapai andalan Boeing yang bakal bersaing dengan Airbus SE dan akan memengaruhi cara Boeing untuk memproduksi serta mensertifikasi pengganti 737 MAX.
Sementara itu, CEO Boeing Dennis Muilenberg memuji upaya perusahaannya untuk memangkas ruang lingkup dan durasi pengujian penerbangan pesawat baru Boeing pada Februari 2018 di sebuah konferensi industri.
Tak hanya Boeing, Airbus juga tengah mengupayakan untuk mengambil langkah untuk mengembangkan metode teknik komputerisasi dan alat-alat yang berteknologi virtual guna meningkatkan efisiensi pengujian maskapai.
Oleh sebab itu, Boeing percaya bahwa teknologi baru yang sedang digarap perusahaan untuk uji terbang maskapai diklaim bakal lebih aman meskipun membutuhkan biaya yang cukup besar. (din/eks)