Tenaga penjual yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan di dealer-nya di kawasan Bogor, Jawa Barat, saat ini telah menampung sekitar 20 orang pemesan yang terkumpul sejak tahun lalu.
"Pemesan itu sudah banyak banget, belum lagi sama yang tahun lalu sudah antre jadi sekitar 20 orang," kata tenaga penjual tersebut kepada CNNIndonesia.com, pada Senin (17/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dealer lain sesama sales juga begitu, Jimny yang pesan sudah banyak," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya takut tidak terpenuhi, karena yang dapat itu akan sesuai antrean. Misalnya nih jatah cuma 15 unit, terus yang lima lagi pasti harus nunggu. Tapi belum tahu menunggunya sampai kapan, namanya juga mobil build up," kata dia.
Tenaga penjual lain dari dealer di kawasan Jakarta Timur meyakini banderol Jimny sama seperti tertera pada bocoran selebaran daftar harga.
Di selebaran yang mengatasnamakan SIS tersebut tertera empat varian Jimny, yakni MT seharga Rp315,5 juta, MT (2tone) Rp317,5 juta, AT Rp328 juta, Jimny AT (2tone) Rp330 juta.
"Ya untuk harga sepertinya sama," ungkapnya.
Lihat juga:Dealer Suzuki Sudah Buka Pesanan Jimny |
"Informasi terakhir peluncuran GIIAS, pengiriman unit pasti setelahnya. Tapi untuk kuota per dealer saya juga belum dapat info," kata dia.
Menurut tenaga penjual, unit Jimny sampai saat ini belum terdistribusi ke dealer-nya.
Head of Brand Development and Marketing Research SIS Harold Donnel menjelaskan pihaknya hingga saat ini belum melakukan pengiriman unit Jimny ke dealer-dealer. Dia menyebut daftar inden yang dibuka oleh pihak dealer bersifat inisiatif, sedangkan SIS dikatakan belum membuka inden.
"Dikarenakan kami belum rilis open indent, maka kami belum rekap total pesanan sudah berapa," ucap Harold saat dihubungi. (ryh/fea)