Susul F1, Teknologi Hybrid Bakal Diuji di Balapan Reli Dunia

fea, CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 12:58 WIB
Susul F1, Teknologi Hybrid Bakal Diuji di Balapan Reli Dunia Ilustrasi mobil reli. (Foto: Andreas SOLARO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah bertahun-tahun lalu diizinkan masuk ke Formula 1 dan World Endurance Championship, teknologi hybrid bakal digunakan pada balapan kelas kakap lainnya, yaitu World Rally Championship (WRC).

Diberitakan Autosport, pada rapat FIA World Motor Sport Council yang digelar di Paris, Jumat (14/6), menyatakan, bakal memperkenalkan generasi baru mobil reli berteknologi hybrid untuk pertama kalinya pada 2022 di WRC.

Siklus homologasi WRC berikutnya bakal meliputi regulasi tentang motor listrik dan baterai yang berkaitan dengan hibrida. Regulasi itu bakal digunakan selama tiga musim.


Setelah tiga musim hybrid berlalu, FIA membuka kemungkinan meningkatkan level hybrid dan akan diperkenalkan pada 2025. Pada level baru ini dikatakan mobil sanggup mendulang energi yang bisa jadi mirip konsep KERS (Sistem Pemulihan Energi Kinetik) pada mobil F1 serta membuka kebebasan teknis untuk meningkatkan kompetisi.

Seberapa jauh perubahan level itu dikatakan tergantung kesuksesan penggunaan hybrid pada tiga musim pertama.

"Mobil bakal memiliki fitur suplemen sistem hybrid, yang menggunakan komponen dan perangkat lunak sama untuk tiga tahun pertama, dengan potensi kebebasan teknis pada 2025. Tujuannya agar mobil mampu berjalan menggunakan tenaga murni listrik di perkotaan dan menyediakan tambahan dorongan tenaga listrik pada special stages," jelas FIA.

Sistem hybrid pada kendaraan reli bakal punya rancang bangun yang berbeda ketimbang konvensional, utamanya karena manufaktur mesti memikirkan keberadaan baterai dan motor listrik. FIA menjelaskan manufaktur diizinkan memakai bodi mobil produksi atau struktur rangka tubular asalkan sesuai petunjuk WRC dan membawa elemen visual dari mobil produksi. (fea)