Presiden direktur Dimension Data Hendra Lesmana mengatakan serangan siber cryptojacking sebenarnya telah terdeteksi sejak akhir 2018 hingga 2019. Cryptojacking dinilai sebagai cara baru serangan baru yang terjadi sejak akhir 2018 hingga awal 2019.
"Kami lihat dari tren, sekarang namanya cryptojacking itu sudah terjadi dimana-mana dan kami memprediksi akan terjadi kenaikan di kuartal ke-2 tahun 2019," kata Hendra kepada awak media di Bluegrass & Grill, Jakarta, Selasa (18/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kaspersky Sebut WiFi Kantor Rentan Diretas |
"Cryptojacking itu kalau komputer yang tidak dipakai, istilahnya peretas benar-benar mengkontrol komputer itu. Bisa juga mereka berperan seakan-akan menjadi institusi legal yang ikut bertransaksi padahal ilegal," jelasnya.
"Yang kita lihat untuk sektor sekarang masih tetap industri finansial dan teknologi karena banyak perkembangan inovasi di situ lalu nilai finansial yang tinggi, duit yang berseliweran," tandasnya.
Selain itu, data menunjukkan bahwa serangan web memiliki peningkatan frekuensi sebanyak dua kali lipat sejak 2017 dan terhitung sebesar 32 persen dari semua serangan yang terdeteksi tahun 2018. Diikuti pengintaian sebesar 16 persen dan peretasan kata sandi sebesar 12 persen.
[Gambas:Video CNN] (din/evn)