Product management vice-president BMW Peter Henrich mengatakan kedua MPV itu 'telah melakukan pekerjaan bagus membawa konsumen baru ke merek kami'. Meski begitu dia juga menyebut, "Bukan di tengah apa yang dimaksud merek kami hari ini".
"Kami mempertimbangkan memindahkan konsumen Gran Tourer ke SUV," ucap Henrich.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BMW dan Mercy Bersaing 'Rebut Hati' Jokowi |
Pada awalnya MPV itu ditujukan untuk melawan Mercedes-Benz B-Class. Menurut Carscoops, di Eropa penjualan keduanya sempat mencapai 100 ribu unit pada 2016. Namun gulir sukses berhenti pada tahun berikutnya dengan catatan 68 ribu unit. Sepanjang Januari - April, rekaman penjualan hanya nyaris 20 ribu unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMW Gran Tourer berkapasitas tujuh penumpang. (Foto: Dok. BMW) |
Active Tourer dan Gran Tourer sekarang tidak lagi tertera pada situs resmi BMW Indonesia. Dua MPV itu juga tidak masuk dalam daftar harga model-model BMW yang dijual di Indonesia. (fea)
BMW Gran Tourer berkapasitas tujuh penumpang. (Foto: Dok. BMW)