Sehingga pada periode tersebut curah hujan diprediksi akan cenderung menurun, dan hanya menyisakan hujan lokal di daerah dataran tinggi atau pegunungan saja.
Ia menyebut suhu pada siang hari di Jatim akan cenderung kering dan panas, namun pada malam harinya suhu menajadi dingin, dan puncaknya pada dini hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teguh menyebut, salah satu faktor penyebabnya adalah, saat musim kemarau berhembus angin muson timur-tenggara yang membawa massa udara dari Benua Australia yang memiliki sifat kering dan dingin.
Lihat juga:Suka Duka Berpuasa di China |
"Kalau ada awan ini kan kembali ke bumi. Nah paling gampangnya, kayak kita habis masak kopi, kopinya ditutup pakai penutup, sama dengan kopi tidak pakai penutup, panasnya akan lebih lama, tapi ketika dilepas penutupnya (kopi) akan lebih cepat dingin," tambahnya.
Untuk itu, Teguh meminta masyarakat untuk tak terlalu membesarkan-besarkan suhu dingin yang sudah beberapa hari ini dirasakan di Jawa Timur, dan menganggap itu sebagai hal yang aneh. Sebab hal ini adalah fenomena yang sudah biasa.
Lihat juga:Suka Duka Berpuasa di China |
Kendati demikian, Teguh mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi peningkatan atau meningginya gelombang laut, dan angin kencang yang bersifat lokal di daerah Pasuruan dan Probolinggo.
"BMKG Juanda mengimbau kepada masyarakat Jatim agar tetap menjaga kesehatan akibat perbedaan suhu siang dan malam. Bagi masyarakat pesisir serta pengguna transportasi laut waspadai gelombang tinggi," pungkasnya. (frd/eks)