Gulma sendiri merupakan suatu jenis tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan para petani karena dapat menurunkan hasil pertanian.
Dilansir dari kantor berita Nippon, Senin (24/6), robot itu dikembangkan oleh insinyur dari Nissan Motor Co. Dalam pengujiannya, robot tersebut mampu bergerak di atas air secara otomatis dan membuat keruh air dengan 'dua kaki' terbuat dari karet untuk menghambat fotosintesis gulma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran robot bebek itu dilatarbelakangi oleh keinginan seorang teman insinyur Nissan untuk menanam padi tanpa menggunakan pestisida.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun teknik itu sudah lama diterapkan di China sekitar 600 tahun yang lalu, namun karena penggunaan teknologi industri telah menimbulkan ancaman terhadap lingkungan dalam beberapa tahun terakhir.
Mengintegrasikan bebek ke sektor pertanian padi juga mampu membantu para petani mengatasi dampak perubahan iklim atas tindakan bebek yang membunuh hama dengan sedikit bantuan dari biopestisida.
[Gambas:Youtube] (din/mik)