Honda Kembangkan Skutik Anyar dari Rangka eSAF Genio

ray, CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 15:59 WIB
Honda Kembangkan Skutik Anyar dari Rangka eSAF Genio Rangka eSAF (enhanced Smart Architecture Frame) yang sudah tersemat pada Honda Genio. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Honda akan memperluas pilihan model skuter matik (skutik) dengan meluncurkan model skutik baru yang mengandalkan rangka eSAF atau enhanced Smart Architecture Frame. Rangka 'unik' ini sebelumnya digunakan pada Genio yang diluncurkan awal pekan ini.

"Dengan teknoogi yang sama kami sedang develope untuk bisa diaplikasikan untuk (skutik) 125 cc dan 150 cc," kata Assistant Chief Engineer Department 2 Honda Makoto Dohi di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Menurut Dohi pengembangan produk skutik terbaru sudah dimasukkan ke rencana jangka pendek perusahaan, tinggal menunggu waktu peluncurannya saja.


"Sudah dimasukkan ke rencana jangka pendek, kami harap teman-teman bisa menunggu dengan sabar," ucap Dohi.

Rangka eSAF untuk pertama kali tersimpan pada skutik Genio yang menggendong mesin 110 cc. Insinyur membuatnya menggunakan proses produksi press serta pengelasan laser.

Strukturnya diklaim dapat meningkatkan stabilitas saat gerak menikung, sehingga sepeda motor mudah dikendarai, ringan, dan nyaman saat bermanuver. Rangka baru itu juga mampu menempatkan ruang bagasi hingga 14 liter dan menyisakan ruang untuk meletakkan tangki bahan bakar 4,2 liter.

"Model ini bisa juga akan digunakan di Thailand dan negera lain, tapi untuk yang pertama kami lakukan di Indonesia karena konsumennya banyak di sini, setelah menjadi lead country, kami berharap itu bisa dikembangkan ke negara-negara yang lainnya," kata Dohi.

Buat Motor Listrik

Dohi melanjutkan tidak menutup kemungkinan rangka baru tersebut juga akan digunakan sebagai basis skuter listrik Honda.

Namun khusus kendaraan tanpa emisi, menurut Dohi risetnya harus lebih mendalam terutama untuk mempelajari kebutuhan pasar. Untuk skutik listrik Honda saat ini hanya memiliki PCX yang bukan untuk dijual massal, melainkan dengan sistem sewa dengan harga Rp2 juta per bulan.

"Kami tentu dari bisa ke yang tidak bisa, kami harus survei kebutuhan di pasar, keinginan dari konsumen keinginannya seperti apa itu yang kami jawab," tutup Dohi. (ryh/mik)