President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan saat ini GrabBajay bertarif Rp3 ribu per kilometer.
"Kami mungkin bisa luncurkan paket wisata. Bukan tiga per kilometer saja tapi mungkin paket berkeliling selama sejam. Itu yang kita akan luncurkan sebagai inovasi ke depannya," kata Ridzki dalam acara peluncuran GrabBajay di Jakarta Barat, Senin (24/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Grabbajay Targetkan Gaet Ratusan Pengemudi |
Sigit mengakui kehadiran GrabBajay tentu akan meningkatkan pendapatan para supir Bajay. Pasalnya tak hanya penumpang biasa, justru GrabBajay juga akan mendorong penggunaan bajay sebagai atraksi wisata.
"Selama ini target mereka itu kan pasar dengan simpul transportasi. Ini berarti bajay punya value nilai jual yang lain bagaiamana bajay bisa sebagai transportasi lingkungan," ujar Sigit.
"Jadi dia akan seperti pemandu wisata di sini (daerah kota tua). Dia juga orang yang paling tau soal wisata disekitar kota tua cuma kita pertegas. Misalnya disekitar kota tua kuliner yang enak itu ini," kata Arief.
Soal kendala bahasa asing bagi pengemudi, Ridzki mengatakan pengemudi bisa menggunakan fitur penerjemah bahasa di chat dalam aplikasi Grab.
Lihat juga:Incar Wisatawan Lewat GrabBajay |
"Grab sendiri memberikan solusi, ketika melakukan booking dan selama perjalanan dia akan terhubung dengan Grabchat. Jadi Grabchat itu turisnya pakai bahasa apa supirnya pakai bahasa apa itu akan menyambung," ujar Ridzki.
Saat ini layanan GrabBajay telah tersedia di lima titik utama yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat, yakni Stasiun Jakarta Kota, ITC Mangga Dua, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Sawah Besar, dan Pasar Baru dengan tarif sebesar Rp3 ribu per kilometer. (jnp/eks)