Menurutnya reaksi berlebihan ini justru akan merusak potensi aspek positif dari media sosial. Cleg menyampaikan perlawanan terhadap 'tech lash' disela pidatonya di Berlin, Jerman. 'Tech lash' merupakan gelombang peningkatan pengawasan terhadap perusahaan teknologi seperti Facebook.
"Kami hampir saja menghamburkan kebaikan media sosial dengan bereaksi berlebihan terhadap keburukan media sosial," ujar Clegg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Facebook tidak selalu berpikir mendalam tentang bagaimana layanannya dapat digunakan atau disalahgunakan," ungkapnya seperti dikutip dari Business Insider.
Kendati demikian Clegg mengkritik orang-orang yang menuduh perusahaan melakukan banyak kerusakan pada demokrasi dan dalam diskursus publik.
"Ada juga tuduhan memanipulasi warga negara, memanipulasi pemilihan dan menghancurkan institusi demokrasi kita," jelasnya.
Clegg secara terang-terangan menangkis tuduhan bahwa Rusia menggunakan Facebook untuk memengaruhi referendum Brexit. Ia mengatakan tidak ada bukti konkret terhadap tuduhan tersebut.
[Gambas:Video CNN]
Clegg khawatir reaksi berlebihan terhadap dampak negatif media sosial justru akan membentuk fobia terhadap penggunaan media sosial.
"Kita membuat hampir tidak mungkin bagi teknologi untuk berinovasi dengan benar. Yang terpenting, mari kita ingat pertempuran dominasi teknologi antara Amerika Serikat dan China," kata Clegg.
"Di China tidak ada penyesalan mendalam tentang bagaimana data digunakan, tidak ada kekhawatiran tentang undang-undang privasi, perlindungan data, dan sebagainya," lanjutnya seperti mengutip Daily Mail. (jnp/evn)