Analisis

Peugeot Indonesia Cari Celah di Antara Merek Jepang dan Eropa

fea, CNN Indonesia | Jumat, 28/06/2019 16:24 WIB
Peugeot Indonesia Cari Celah di Antara Merek Jepang dan Eropa Logo Peugeot. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajemen baru PT Astra International - Peugeot Sales Operation (Astra Peugeot) sudah menetapkan arahan yang jelas tentang posisi produk di pasar otomotif Indonesia. Menurut Chief Executive Astra Peugeot Rokky Irvayandi, mobil Peugeot kini ditempatkan di antara merek Jepang dan Eropa lainnya.

Contohnya pada model baru yang meluncur di Tangerang, Kamis (28/6), yaitu SUV 5008, ditetapkan dijual Rp820 juta. Mobil ini lebih mahal dari SUV merek Jepang harga Rp400 jutaan seperti Honda CR-V dan Nissan X-Trail walaupun dimensinya mirip.

Bila dikomparasi dengan produk merek Eropa di Indonesia, 5008 bersaing dengan BMW X3 dan Mercedes-Benz GLC. Meski begitu dua model itu dilego lebih mahal, masing-masing Rp900 jutaan.


Rokky Irvayandi, yang menjabat sejak 1 Mei 2019, mengatakan, cara menempatkan posisi produk 5008 sebenarnya sudah diterapkan sebelumnya pada 3008. SUV lebih kecil itu sudah diluncurkan pada Maret 2018 dengan harga Rp697 juta (kini RpRp730 juta).

"Di antara merek Jepang dengan merek Eropa, contoh 3008 harganya Rp700 juta, dia ada di atas SUV Jepang tapi di bawah SUV Jerman dan Eropa pada umumnya. Posisi ini akan diterapkan nanti di semua produk yang akan ada," ucap Rokky usai peluncuran 5008.

Bicara soal kemungkinan produk baru Peugeot di Indonesia, Rokky bilang akan ditentukan menggunakan strategi itu. Bila produk baru dari prinsipal di Prancis dinilai cocok buat konsumen dalam negeri, kemudian hitung-hitungan harganya masuk di celah merek Jepang dan Eropa, maka kemungkinan besar akan diimpor ke Indonesia.

"Jika diimpor ke Indonesia dan harganya bisa masuk sesuai positioning harga tersebut maka kemungkinan besar akan kami impor. Tapi kalau enggak ya enggak, jadi posisinya ada di situ," ucap Rokky.


Setiap Tahun Setidaknya 1 Produk Baru

Rokky menyadari salah satu hal krusial yang harus dibenahi di operasi Peugeot di Indonesia terkait produk. Pada tahun lalu, Astra Peugeot cuma menjual satu model, yaitu 3008.

Meski penjualan ritel tahun lalu disebut 'lumayan' dengan angka 139 unit yang didominasi 3008, Rokky menyebut satu produk belum cukup buat mendongkrak citra merek Peugeot di dalam negeri.

"Kamis sekarang ada satu komitmen, untuk meningkatkan merek Peugeot salah satunya dari produk. Sejak tahun lalu kami cuma punya satu produk, 3008, dan kini kami punya komitmen setiap tahun ada satu produk baru yang diluncurkan di Indonesia," ujar Rokky.

Tahun ini Astra Peugeot punya dua produk, 3008 dan 5008. Target penjualan yang ditetapkan pada tahun ini meningkat, yakni 150 unit dengan proyeksi 100 unit disumbangkan 3008 dan sisanya 5008.


Benahi Dealer

Menurut Rokky, target 150 unit pada tahun ini merupakan tantangan buat total lima outlet Peugeot yang ada di Indonesia. Bila dibagi rata, outlet yang ada dua unit di Jakarta, BSD City, Solo, dan Surabaya, masing-masing wajib menjual 30 unit per tahun atau setidaknya 2-3 unit per bulan.

Rokky menjelaskan jaringan penjualan Peugeot di Indonesia saat ini fokus mengandalkan pihak Astra, belum ada afiliasi dari investasi lain. Outlet yang sudah ada secara bertahap dibenahi buat mendukung kedatangan produk baru yang akan berdatangan satu per satu.

"Sekarang seluruh outlet Peugeot ada di bawah Astra ... sekarang kita lakukan pembenahan dulu, itu sudah dari kemarin. kita tingkatkan kualitasnya, kami sudah melakukan renovasi, di Surabaya sudah tahun lalu, bulan lalu di Solo, sekarang di Sunter kira-kira beres Februari atau Maret tahun depan, nanti mungkin Cilandak tapi belum ditentukan," ucap Rokky.

Selain produk dan outlet penjualan, Rokky juga menyebut hal lain yang mesti diperbaiki dari operasi Peugeot adalah tentang layanan purna jual. Menurut dia, anggapan harga servis dan suku cadang mobil merek Eropa bisa ditangani dengan layanan purna jual dan garansi.

Setiap pembelian mobil Peugeot, konsumen diberikan layanan gratis servis berkala selama lima tahun atau 60 ribu km untuk jasa dan suku cadang. Selain itu, setiap unit juga dijamin garansi tiga tahun buat mesin dan kelistrikan.

Rokky juga punya cara lain untuk mengangkat kesadaran masyarakat atas merek Peugeot, yakni dengan lebih aktif membuat acara yang melibatkan konsumen, calon konsumen, dan media. Bukan cuma itu, dia juga mengatakan akan menjaga komunikasi dengan komunitas mobil Peugeot yang dikatakan sebagai fan 'diehard'.

Rokky punya tugas besar 'mengamankan' operasi Peugeot di Indonesia. Dia mengatakan ingin melakukannya secara bertahap sambil membenahi sumber daya yang dipunyai.

"Kami mau bertahap dulu, maksudnya jangan langsung mendobrak ke sana tetapi coba evaluasi dulu yang ada sekarang, kita perbaiki dulu yang ada sekarang, menempatkan segala sesuatu pada tempatnya barulah kita mendobrak," ucap Rokky. (fea)