FOTO: Embun Beku di Hamparan Pasir Bromo

CNNIndonesia & Antara, CNN Indonesia | Senin, 01/07/2019 08:32 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Fenomena embun beku juga terjadi di hamparan pasir Gunung Bromo dan menjadi pemandangan menarik bagi para pengunjung.

Hamparan pasir di Gunung Bromo Probolinggo, Jawa Timur, diselimuti embun beku atau embun upas, Minggu (30/6/2019).  Fenomena embun upas tersebut disebabkan penurunan suhu yang mencapai 0 derajat celcius pada malam hari.  (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.)
BMKG menyebut fenomena ini adalah peristiwa normal yang kerap terjadi jelang musim kemarau akibat aliran angin muson timur dari Australia. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp)
Secara klimatologis, monsun dingin Australia aktif pada periode bulan Juni-Juli-Agustus. Ini adalah periode puncak musim kemarau di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.)
Tutupan awan pada musim kemarau lebih sedikit. Sehingga, panas dari daratan pada malam hari lebih cepat terlepas ke atmosfer karena tak dihalangi awan. Maka, suhu permukaan Bumi pun lebih dingin (ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp)
Sebelumnya, embun beku muncul di kompleks Candi Arjuna di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (25/6/2019). Embun beku ini muncul akibat penurunan suhu ekstrem hingga minus tujuh derajat Celcius. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc)
Pengunjung melintas di hamparan pasir yang diselimuti empun upas di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (30/6/2019). Fenomena embun upas tersebut disebabkan penurunan suhu yang mencapai 0 derajat celcius pada malam hari. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/hp.
Tak cuma Dieng, fenomena embun beku ini juga muncul di berbagai daerah dataran tinggi lain seperti di Gunung Gede, Gunung Semeru, Gunung Bromo, hingga Nusa Tenggara (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc).
Petugas mengukur suhu udara di Dieng yang mencapai minus tujuh derajat Celcius, dan menyebabkan embun beku menyelimuti kompleks Candi Arjuna, di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc).