"Banyak pelanggan yang sangat tertarik untuk mengembalikan perangkat atau mengganti merek setelah mengetahui bahwa ponsel telah jatuh nilainya," kata analis dari Canalys, Ben Stanton, seperti dikutip CNN.
Selain Google, ponsel Huawei juga bergantung pada pemasok komponen asal AS lainnya, seperti Qualcomm, Broadcom, Qorvo, hingga Skyworks. Ini adalah deretan perangkat keras yang mesti digunakan Huawei untuk membangun ponsel pintar miliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, meskipun perusahaan mampu membeli semua teknologi dan perangkat lunak yang diperlukan untuk bisnis ponsel, embargo ini memberikan dampak yang cukup dalam.
Google membatasi akses Huawei ke sistem operasi (OS) dan aplikasi Android bulan lalu untuk mematuhi pembatasan pemerintah AS.
"Dengan asumsi bahwa Google [...]mendapatkan lisensi untuk menjual ke Huawei, itu merupakan kelegaan besar bagi Huawei," kata Ma, seperti dikutip CNN.
Dalam enam minggu terakhir, penjual internasional dan konsumen khawatir apakah ponsel Huawei masih bisa menggunakan layanan dan pembaruan keamanan dari Google.
"Konsumen jelas tidak ingin membeli ponsel yang tidak memberi mereka layanan yang mereka inginkan, dan penjual tidak ingin mengambil banyak barang yang tidak bisa mereka jual," katanya.
Perhitungan kasar dari Canalys dan IDC menunjukkan setengah penjualan ponsel Huawei pada 2018 berasal dari luar China. Ma mengatakan penjual dan konsumen khawatir terkait keberadaan layanan Google dan pembaruan keamanan di ponsel Huawei.
Google menyatakan perusahaan sedang berdiskusi dengan Departemen Perdagangan untuk memastikan bahwa perusahaan memenuhi persyaratan penghapusan embargo.
Lihat juga:Mengenal Sistem Operasi Baru Google, Fuchsia |
Huawei akhirnya punya celah untuk memulihkan bisnis ponsel pintarnya. Kesempatan ini datang setelah Presiden Amerika (AS) Donald Trump menghentikan embargo bagi perusahaan AS untuk menjalin bisnis dengan perusahaan China itu.
Namun, Huawei sepertinya tak bisa langsung girang. Sebab, pemerintah AS masih belum memberikan keterangan yang jelas soal perusahaan AS mana saja yang diizinkan untuk kembali berbisnis dengan Huawei. (jnp/eks)