Hasil penelusuran dari CNNIndonesia.com ke lokasi, ternyata dapat dijumpai Kia Stinger yang dipajang di lantai dua Wisma Indomobil. Ruangan tersebut sebelumnya sempat digunakan Renault semasa masih bergabung bersama Grup Indomobil.
Kia Stinger teronggok pada pojok sisi kiri kantor tersebut cukup menyita perhatian, sebab warnanya yang merah. Warna merah sendiri menjadi identitas sedan dengan buntut coupe tersebut sejak pertama kali diluncurkan di Korea pada 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Indomobil Cari Direksi Kia yang Baru |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oh Stringer itu yang masukin perusahaan lama KMI. Buat display saja, kalau kami belom masukin," kata Bambang.
Bambang mengatakan bahwa pihaknya belum bisa mendatangkan unit baru lantaran masih berkutat dengan proses perizinan usaha Kia untuk dalam negeri.
"Nanti kami lihat dulu karena ada proses kalkulasi. Karena itu mobil limited yang sifatnya terbatas jadi konsumen harus ditangani dengan baik," ucap Bambang.
Setelah meluncur di Korea, Stringer kemudian disebar untuk pasar global, termasuk Eropa dan Amerika.
Pada Mei 2019, versi penyegaran Stringer juga telah diperkenalkan. Di negeri gingseng, Stringer dibanderol antara 35 juta won dan 49 juta won (Rp426 juta- Rp597 juta).
KIA Stinger punya tiga pilihan mesin yakni bensin turbo 2.000 cc, bensin biturbo 3.300 cc, dan diesel turbo 2.200 cc. Pilihan mesin itu dipadukan dengan transmisi otomatis delapan percepatan.
Mesin bensin turbo 2.000 cc mampu menyemburkan tenaga hingga 251,5 torsi maksimal 353 Nm. Mesin biturbo 3.300 cc bertenaga maksimal 364,9 dan torsi maksimal 510 Nm. Sedangkan diesel turbo 2.200 cc memiliki tenaga maksimal 199,2 hp dan torsi 441 Nm. (ryh/mik)