Namun alih-alih memberikan pembaruan firmware, aplikasi ini akan mengarahkan pengguna ke situs berisi iklan dan meminta bayaran untuk pembaruan tersebut. Untungnya, tidak ada aplikasi malware berbahaya yang ikut disisipkan lewat aplikasi tersebut.
"Saya telah mengontak Google Play Store dan meminta mereka untuk mempertimbangkan mengganti aplikasi ini," jelas Aleksejs Kuprins, analis malware dari Grup Keamanan CSIS dalam wawancara kepada ZDnet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengguna mungkin merasa kebingungan dengan prosedur pembaruan (sistem). Sehingga membuat kesalahan untuk mengunduh pembaruan sistem di toko aplikasi resmi."
Tapi Kuprins menjelaskan bahwa aplikasi ini sebenarnya hanya menipu. Aplikasi ini tak memiliki hubungan dengan Samsung. Dari kolom komentar, terdapat ratusan keluhan yang menyebut kalau mereka tidak menemukan apa yang mereka inginkan. Selain itu, banyak juga yang mengeluh kalau aplikasi ini kerap tidak bekerja.
Lihat juga:Ponsel BM Masih Marak di Mal Ambassador |
Dalam pernyataannya kepada Forbes, pembuat aplikasi ini, Updato menyebut aplikasi ini mereka buat untuk komunitas yang gemar melakukan modifikasi dengan ponsel mereka.
Database di aplikasi "Update for Samsung" yang dibuat Updato memudahkan "mereka untuk menemukan firmware yang tersebar di berbagai lokasi dari berbagai versi, untuk berbagai perangkat. Sehingga membantu menghemat berjam-jam waktu para pemodifikasi untuk menemukan pencarian file-file tersebut. (eks/eks)