Permintaan Meningkat, 'Tape' Serupa Walkman Lahir Kembali

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 08/07/2019 17:11 WIB
Permintaan Meningkat, 'Tape' Serupa Walkman Lahir Kembali Pemutar kaset It's OK memiliki koneksi Bluetooth yang bisa dipasangkan ke headset dan speaker Bluetooth (ninmlab.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penjualan tape kaset mengalami peningkatan, naik 19 persen pada 2018 dari tahun sebelumnya. Melihat kesempatan ini, muncul proyek Kickstarter yang mencoba memberi alternatif pemutar musik semacam Walkman yang bisa terhubung dengan bluetooth. Pemutar kaset ini dibuat oleh Nimn Lab, dan dilabeli dengan merek It's OK.

Dengan koneksi Bluetooth, perangkat ini bisa dipasangkan dengan headset atau speaker bluetooth. Pemutar musik ini bahkan masih menggunakan baterai AA seperti digunakan oleh Walkman dahulu. Pemutar musik ini bahkan masih menyediakan port headphone 3,5 mm. Jadi kalau pengguna tak punya perangkat bluetooth, Anda bisa kembali ke romantisme tahun 80 dan 90-an dengan earphone atau headset.

Proyek di Kickstarter memang kerap terkendala dengan kampanye pendanaan. Tak jarang, kurangnya pendana membuat proyek tersebut macet dan dana mesti dikembalikan ke pemberi dana. Tapi, Ninm sebelumnya sudah berhasil menangani proyek teknologi retro lainnya.


"Walkman" It's OK dijual sekitar Rp 1juta (US$75). Tersedia dalam warna pink, putih, atau biru. Warna biru It's OK sangat mirip dengan Sony Walkman TPS-L2. Produk ini diperkirakan bakal sampai di tangan para pemberi donasi Desember nanti.

It's OK juga akan menyertakan kaset kosong berdurasi 60 detik dalam paket pemutar musik portabel yang mereka jual. Dengan asumsi, tak banyak orang yang masih memiliki kaset pada 2019.

Memutar lagu dari kaset belakangan kembali populer dengan adanya acara Cassette Store Day. Acara ini bermula pada 1993 yang didukung oleh sebuah grup berbasis di Inggris. Acara ini dibuat untuk merayakan penggunaan kembali kaset. Dari Inggris, Cassette Store Day lantas menyebar ke berbagai negara lain di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Akibat populernya acara ini, beberapa band merilis kembali album mereka dalam bentuk kaset. Pada 2013, lebih dari 50 kaset kembali dirilis di acara tersebut. Pada 2015, lebih dari 100 kaset meluncur. Bahkan pada 2018, sebanyak 18.500 kaset terjual pada paruh pertama 2018.

Tren ini mengikuti tren memutar lagu dalam bentuk vinyl. Pemutar vinyl dimeriahkan lewat acara Record Store Day yang menjadi inspirasi dari Cassette Store Day.

(eks/eks)