Catatan Penjualan Mobil Hibrida Toyota 5 Bulan Pertama 2019

ray, CNN Indonesia | Jumat, 12/07/2019 02:00 WIB
Catatan Penjualan Mobil Hibrida Toyota 5 Bulan Pertama 2019 Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Toyota-Astra Motor (TAM) mengumumkan pencapaian penjualan mobil-mobil hybrid sepanjang lima bulan pertama 2019. Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), distribusi Alphard hybrid paling 'seret' sepanjang 2019.

Distribusi ke dealer Multi Purpose Vehicle premium yang didatangkan utuh atau Completely Build Up Jepang tersebut hanya satu unit, yakni pada Januari.

Berbeda dari Alphard hibrida, produk baru Toyota yang juga menggendong dua jantung penggerak (bensin dan motor listrik) C-HR tercatat lebih laris. Distribusi C-HR hybrid untuk periode April-Mei 2019 sebanyak 141 unit.


C-HR hybrid diniagakan dua varian dengan masing-masing harga Rp523,35 juta dan Rp524,85 juta. Toyota Alphard hybrid dijual sekitar Rp1,1 miliar.

"Kalau persentase itu 50:50 hybrid C-HR dengan stok konvensional," kata Executive General Manager PT TAM Fransiscus Soerjopranoto di kawasan Halim, Jakarta Timur, Senin (8/7).

Model hibrida Toyota lain, yaitu Camry hybrid terjual sebanyak 87 unit. Soerjopranoto menjelaskan angka penjualan Camry mesin ganda sepanjang 2019 tersebut cukup 'memuaskan'.

Kata Seorjo pasca peluncuran versi penyegarannya dari Camry pada awal 2019, penjualan sedan itu terbilang 'meledak'. Hingga bulan kelima 2019 penjualannya mencapai 926 unit.

Peningkatan penjualan juga berimbas pada mobil-mobil hybrid Toyota pada tahun ini. Sepanjang semester I 2019, penjualan mobil hybrid Toyota mencapai 1.500an unit. Pria yang akrab disapa Soerjo ini mengklaim jajaran mobil ramah lingkungan Toyota semakin digemari konsumen di Indonesia.

"Pada 2018 hybrid tidak sampai lima persen mungkin tiga sampai empat persen. Tapi tahun ini awal-awal kami launching itu animonya sudah 12,5 persen walaupun sekarang turun yah mendekati 10 persen," ucap dia.

"Untuk kami Toyota 1.500 unit, kalau Lexus itu sekitar 400an unit," tutup Soerjo. (ryh/mik)