Saturnus akan terbit di ufuk timur pada saat matahari tenggelam dan akan terus menanjak saat tengah malam. Ketika matahari terbit keesokan harinya, Saturnus akan mulai tenggelam.
Pada posisi berlawanan dengan matahari, Saturnus dalam posisi pengamatan terbaik sepanjang malam. Posisi ini biasa disebut oposisi Saturnus karena Bumi tengah mengorbit di antara matahari dan Saturnus atau singkatnya matahari-Bumi-Saturnus tampak berbaris lurus di bidang tata surya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bisa melihat cincin Saturnus dengan lebih jelas, pengamat juga bisa melihat benda langit seperti satelit Saturnus dan Jupiter pada malam ini.
Lihat juga:Waktu Terbaik Mengamati Saturnus Malam Ini |
Kendati Saturnus bisa diamati sepanjang malam, planet ini mulai bisa diamati di ufuk timur setelah matahari tenggelam atau sekitar pukul 18:30 WIB. Planet Saturnus akan berada di titik tertingginya pada 23:55 WIB dan tenggelam di ufuk barat pada 05:26 WIB.
Oposisi Saturnus bisa diamati dari Jakarta baik dengan mata telanjang, maupun menggunakan teleskop. Fenomena serupa berikutnya akan terjadi pada 21 Juli 2020, 2 Agustus 2021, dan 14 Agustus 2022.
[Gambas:Video CNN]
Peneliti Planetarium Jakarta, Widya Sawitar mengatakan pengamatan oposisi Saturnus bisa dilakukan seanjang malam selama cuaca cerah berawan.
Jadwal pengamatan di Planetarium akan dimulai pada pukul 18.30-19.30 di Planetarium Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Pengamatan akan dilakukan pada sepanjang pekan ini Senin sampai Jumat (8-12 Juli) dan Senin pekan depan (15/7). (evn)