Upaya India Menjadi Pusat Manufaktur Kendaraan Listrik Dunia

jnp, CNN Indonesia | Rabu, 10/07/2019 00:34 WIB
Upaya India Menjadi Pusat Manufaktur Kendaraan Listrik Dunia Ilustras mobil listrik. (Foto: Istockphoto/spyderskidoo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah India mendukung upaya pengembangan kendaraan listrik dengan memberikan insentif khusus yang dimasukkan ke dalam kebijakan pemerintah. Langkah tersebut untuk memuluskan rencana India sebagai pusat manufaktur global untuk kendaraan listrik.

Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman mengatakan pemerintah akan membuat regulasi pengurangan pajak penghasilan tambahan sebesar 150 ribu rupee atau sekitar Rp30,8 juta pada bunga peminjaman pembayaran mobil listrik.

Associate Director of Automotive Forecasting IHS Markit, Puneet Gupta menjelaskan manufaktur di India mengeluhkan minimnya permintaan menghalangi mereka untuk memproduksi kendaraan listrik dalam jumlah yang lebih tinggi.


"Pemerintah sedang mencoba untuk menciptakan permintaan, untuk memacu permintaan, dan dengan demikian membantu (produsen komponen)," kata Gupta dilansir dari CNBC, Selasa (9/7).

India juga menurunkan biaya pajak kendaraan listrik dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Gupta menjelaskan bahwa SUV yang menggunakan bahan bakar dikenakan 28 persen Pajak Barang dan Layanan (Good and Services Tax / GST). Selain itu, pajak tambahan sekitar 20 persen juga dibebankan.

Kendaraan listrik, yang memiliki harga jual rata-rata 1,3 juta rupee atau sekitar Rp 267,7 juta di India, pada awalnya dikenakan pajak 12 persen. Gupta mengatakan angka tersebut bisa turun menjadi 5 persen.

"Saya pikir hal pertama adalah memulai permintaan karena, saat ini, jika Anda lihat, kami menjual kurang dari dua ribu kendaraan listrik dalam setahun, yang hampir tak berarti," ucap Gupta,

Sebuah laporan pandangan yang dirilis pada bulan Mei dari Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan armada mobil listrik secara global pada 2018 melebihi 5,1 juta. Angka ini naik 2 juta dari tahun sebelumnya dan hampir dua kali lipat jumlah penjualan mobil listrik.

Gupta mengatakan prediksi IHS Markit adalah kendaraan listrik akan mencapai sekitar 4 persen atau berjumlah 400 ribu kendaraan dari keseluruhan penjualan pasar mobil India pada 2030. (jnp/mik)