Quanzhi Ye memberikan nama asteroid ini Atira dan masuk ke dalam datar LF6 2019. Benda langit ini berputar di sekitar ruang elips yang tidak biasa dan cenderung lebih dekat dengan matahari dibanding Merkurius dan melakukan perjalanan melewati Venus.
"Tiga puluh tahun yang lalu, orang-orang mulai mengatur pencarian asteroid metodis. LF6 [asteroid] sangat tidak biasa dari sisi orbit dan ukurannya. Orbit uniknya menjelaskan mengapa asteroid sebesar itu menghindar dari beberapa dekade pencarian," kata Quanzhi dikutip dari situs resmi Institut Teknologi California.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Misi Dragonfly Mencari Kehidupan di Titan |
Untuk menemukan asteroid Atira, tim ZTF melakukan kampanye pengamatan khusus bernama Twilight. Twilight dikembangkan oleh Quanzhi dan Wing-Huen Ip dari National Central University di Taiwan.
Dilansir dari laman resminya, Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA pun tengah mengembangkan misi Kamera Objek Dekat Bumi (NEOCam) yang dirancang seperti pesawat ruang angkasa untuk menemukan dan mengkarakterisasi sebagian besar asteroid yang berpotensi berbahaya yang berada di dekat bumi.
NEOCam ini terdiri dari teleskop inframerah dan kamera cukup lebar yang beroperasi pada panjang gelombang inframerah termal.
NASA menyebut ada tiga tugas utama misi itu yakni untuk menilai risiko dari dampak objek antariksa yang berada di dekat bumi, mempelajari asal-usul dan nasib terakhir asteroid di tata surya, dan menemukan target NEOCam yang paling cocok untuk misi eksplorasi di masa depan.
[Gambas:Video CNN] (din/age)